Friday, April 27, 2012

My Beloved Coach

23 April 2012, hampir tengah malam
Dear Coach,

Sudah 28 ya?
Masihkah memulai apa yang sempat terlewat di belakang sana? Dengan atau tanpa bola basket, kamu akan tetap jadi Coach kami, Coach-ku, selamanya, dan yang terbaik.

Jangan padam. Sumbumu masih panjang dan terang.



Dan ini yang paling tulus : cepatlah kawin dan beranak pinak.
Kami mencintaimu, dan semoga dengan itu kesuksesan tidak pernah jauh-jauh darimu, juga kesehatan, juga bahagia, juga Tuhan.   

Sidji, 13

1 comments:

Unknown said...

permintaanmu ibarat sebuah nafsu kebelet,,

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com