Monday, April 30, 2012

Bad Dream

Aku melihatmu sedang menunggu. Gadis itu datang. Cantik seperti tuan putri. Ia memakai gaun putih anggun. Aku melihat kalian sebagai orang ke tiga, di luar batas-batas cerita. Lalu kalian masuk dan kamu membimbingnya ke tengah ruangan. Kalian berdansa sambil bercengkrama. Juga tertawa. Kamu membisikinya sesuatu, lalu dia tersenyum dan mengangguk. 

Selang waktu, dia mendatangiku. Mengatakan bahwa kamu adalah miliknya. Untuk apa kamu datang padaku? tanyaku. Dan dia menjawab, karena aku akan mengahapus kamu, semua tentangmu yang ada padanya.

Aku menggeleng dan bertanya, apa yang harus dihapus? Bukankah jika ia bersamamu, aku hanya menjadi seonggok kenangan? Kenapa harus dihapus? Tidak bolehkah sedikit tentangku menetap padanya, hanya sekedar ingat bahwa ia pernah bersamaku?

Dia menggeleng. Tidak. Untuk apa kamu tetap tinggal? Aku tidak mengizinkan, bahkan sedikit saja tentangmu. Dia tidak boleh kembali menoleh ke belakang dan menatapmu lagi. Dia milikku.

Aku kembali melihat kalian berdansa di tengah ruangan. Kamu terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam dan dasi kupu-kupu. Aku berteriak memanggil namamu. Berkali-kali, J. Kamu tidak mendengarku. Kamu tidak menoleh ke arahku.

Dan aku terbangun, dengan nafas tersengal-sengal, dengan tangan dingin berkeringat. Aku menelan ludah dan menenangkan diri. Menarik nafas panjang-panjang dan dalam.

Apapun yang terjadi tadi hanya mimpi. Hanya sebuah mimpi.


Tapi, kenapa mataku basah? Pulanglah, J. Aku sungguh merindukanmu.
gambar diambil dari sini 

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com