Tuesday, May 20, 2014

Mungkin...

Ibu saya bercerita, apa saja, setelah cukup lama kami tidak berbincang. 

Ibu         : Ayahmu tadi tanya kamu sudah pulang atau belum?
Me         : Oh, ya?
Ibu         : Begini ceritanya..
 
Gulanya habis?
“Masih.”
“Kok tehnya seperti tanpa gula, ya?”
“Pakai gula kok, tapi sedikit. Sudah makin tua, risiko diabetes makin besar.”
“Anakmu sudah pulang?”
“Belum.
“Aku kira sudah pulang, jadi dibuatkan teh. Anakmu yang paling tua kan yang tidak suka manis.”

Ibu         : Ayahmu tumben ingat kalau kamu tidak suka manis.
Me         : Oh, ya?

Seingatku, seumur hidup selama 20 tahun ini, ibu hanya membuatkan teh panas untukku saat sakit. Aku tidak pernah suka teh. Mungkin ayah cuma lupa. Seperti saat dia menjawab dengan mantap, 17 tahun, pada temannya yang bertanya berapa umurku, ketika aku berumur 15 tahun kurang 2 hari. Mungkin ayah cuma lupa. Seperti saat dia terpaksa mengisi formulir keperluan sekolah, lalu bertanya 'siapa nama tengahmu?', berulang-ulang, sampai aku kelas 2 SMP, sampai aku akhirnya punya inisiatif dan sudah cukup pintar mengisi formulir sendiri.

Mungkin ayah memang cuma lupa.

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com