Ia menjelma menjadi apa saja, di mana saja. Dalam lipatan kertas
yang menjadikannya origami pada sudut kamar. Dalam tidur yang terjaga tiap dua
jam sekali. Dalam spidol warna-warni yang berserakan di atas karpet.
Ada pertanyaan pada perasaan, yang tidak bisa
diungkapkan. Keduanya, pertanyaan itu serta perasaan itu kini
memungkinkan untuk menaruh bulir harapan. Meski harus ada di ujung duri.
Semoga segalanya baik-baik saja. Setidaknya, sampai aku
benar-benar sudah sanggup menghadapi yang terburuk. Apapun itu.

0 comments:
Post a Comment