Wednesday, January 16, 2013

Say Goodbye to Gossip Girl, girls :')

gambar diambil dari sini 

Aku menyaksikan Gossip Girl final chapter dengan perasaan yang campur aduk. Perasaan sama yang muncul, dulu, ketika aku membaca buku Harry Potter ke tujuh di sepuluh lembar terakhir.

Yang paling besar muncul adalah ingin tahu, seperti apa akhirnya, karena hanya bagian akhir tidak pernah menjadi hak penikmat. Kita hanya bisa menebak-tebak. Setelah itu, ada gelombang aneh di perut dan nafas yang tidak lega, karena yang pasti, aku akan rindu, terutama pada Blair dan Chuck.

gambar diambil dari sini 

TV series yang satu ini ceritanya ringan, dan ecek-ecek mungkin. Tapi, Gossip Girl lah yang menemaniku sejak masih memakai putih abu-abu hingga hari ini. Yang dengan kebetulan setting lulusan mereka bebarengan dengan nyataku. Juga patah hatinya Blair tepat ketika J pergi. Aku belajar, secara tidak langsung. Dan itu menyenangkan.

Sesungguhnya, banyak hal yang memaksamu menjadi semakin dewasa setiap detiknya. Apapun akhir cerita ini, aku tahu satu hal. Sejak awal aku menonton Gossip Girl, aku tahu bahwa tontonan ini 'akan dan harus' berakhir sebelum aku jatuh bosan, atau penulis kehilangan kreativitasnya karena stuck di satu titik.

Dan seperti itu pula sekolah, kuliah, cinta-cintaan, karir, keluarga, apapun yang hidup dan dihidupi, akan ada saatnya harus berakhir. Tidak perlu mencemaskan atau menebak-tebak, itu hanya melelahkan. Cukup begini saja : mengusahakan yang baik, melalui dengan menertawakan kebodohan yang sudah lewat, merendahkan hati dan meninggikan percaya diri, bersyukur, juga merelakan ketika memang harus ada yang berakhir.

Begitulah. Banyak hal yang memaksamu menjadi semakin dewasa setiap detiknya. 

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com