Dulu kala, sempat terlintas keinginan menjadi
orang yang dianggap penting banyak orang. Hari ini, aku ditampar
kejadian dan menghapuskan keinginan itu.
Siang tadi aku terdampar di Plasa FIB hampir dua jam. Tidak bisa bergerak dan memaki-maki dalam hati. Kenapa bisa seceroboh ini sampai kambuh tanpa persiapan? Bodoh! Aku tidak butuh siapa-siapa. Aku tidak ingin dikerumuni banyak orang dan ditanya macam-macam. Untung saja aku bukan orang yang dianggap penting banyak orang. Bayangkan jika iya, berapa banyak manusia yang ikut panik tapi tidak memberikan solusi?
Lalu sorenya ada panggilan masuk dari Memei. Katanya, “Aku kecelakaan”. Aku panik setengah mati, meski lagi-lagi bersyukur. Untung saja aku bukan orang yang dianggap penting banyak orang. Bayangkan jika iya, berapa banyak manusia yang meminta bantuanku disaat yang bersamaan?
Ah, ada beberapa yang
menganggapku penting saja sudah cukup. Sangat cukup.

0 comments:
Post a Comment