gambar diambil dari sini
Aku menyadari sesuatu.
Terlalu banyak detail yang terlewat karena ingin cepat-cepat
bergerak ke depan. Beberapa prioritas telah dipilih secara acak asal bisa
menutupi waktu senggang, hingga akhirnya merugikan beberapa sisi. Juga makin apatis dengan berdalih mengatakan ‘bukan
urusanku’. Merusak jam makan. Menumpuk racun nikotin dan cafein hanya karena
takut membunuh rindu satu arah.
Dan berhenti menulis. Sedih yang terlalu lama tidaklah baik. Rasa kehilangan yang dijadikan pembenaran untuk menyakiti diri sendiri adalah
kebodohan. Hari itu, aku memang tidak ingin menulis karena setiap
katanya menjelma kamu. Maka detik ini aku bersyukur karena aku menulis kembali dengan
membawa keinginan tulus, agar kamu bahagia, bagaimana pun cara dan bentuknya.
Aku kembali. Untuk menciptakan kebahagianku sendiri,
tanpamu. Aku kembali, karena kini jika aku menulis, setiap katanya tidak akan
menjelma kamu. Aku akan memastikan itu.
Bye, J. Have a nice life :)
...dan terimakasih pernah bersedia menjawab tanyaku.


0 comments:
Post a Comment