Kali ini, bukan lagi tentang tangis
yang tertahan karena hanya sanggup melihat sebatas punggung. Bukan masalah menunggu atau ditunggu. Bukan pula karena
tahu apa yang tidak sanggup dimiliki.
Kali ini tentang ketidaksengajaan.
Dua detik setelah pelukan yang kedua, aku menyesal. Aku menyesal karena tidak sengaja menyadari bahwa aku jatuh hati, sendirian.
Dua detik setelah pelukan yang kedua, aku menyesal. Aku menyesal karena tidak sengaja menyadari bahwa aku jatuh hati, sendirian.


0 comments:
Post a Comment