Terbangun agak siang dengan mata
berat dan kepala pening yang semakin menjadi-jadi setiap harinya. Berusaha
mengingat mimpi sialan apalagi semalam? Masih mimpi tentangmu kah? Sepertinya
iya, atau bukan, aku tidak lagi peduli.
Beranjak.
Menegak segelas air putih dingin.
Lalu ingat kamu. Ingat kata-kata brengsekmu. Aku mengacuhkan saja.
Mengobrak-abrik playlist demi lagu-lagu ceria. Mandi, sarapan, menulis, belajar
materi SNMPTN. Menggigit bibir bawah kuat-kuat. Bernafas satu-satu.
Ada kamu dimana-mana. Tapi aku
bertahan melihat lurus-lurus ke depan. Juga terus bergerak maju, biarpun dengan
langkah terseret dan hati yang belum sepenuhnya rela.

0 comments:
Post a Comment