Mendapat pelukan dari keluarga
juga ceramah panjang Budhe tentang masa depan. Mengecek dompet dan berpikir
kemana akan kabur demi menghindari tradisi ‘traktir-mentraktir’. Lalu, ada kedatangan rakyat jelata yang membawa kue dan lilin-lilin. Ah, bahagia.
Hingga penghujung malam, kamu
tidak muncul. Aku tidak menunggu, aku tidak ingin menunggu. Aku membiarkan diriku
bahagia untuk delapan belasku, dengan atau tanpa kamu.
Tepat tengah malam saat hariku
lenyap, aku berbisik pada semesta; Terimakasih,
karena tidak berhenti memberiku alasan untuk tetap bertahan juga tumbuh, hingga
hari ini. Terimakasih.


0 comments:
Post a Comment