gambar diambil dari sini
Aku benci hari terakhir di bulan
Desember.
Suara terompet, percikan kembang
api, hastag #tahunbaru di twitter, lagu jedag-jedug, doa-doa dan harapan, resolusi.
Mereka menyeretku semakin dalam pada sesuatu yang bernama sepi.
Aku benci hari pertama di bulan
Januari.
Kamu membuatku menangis tanpa
alasan, seperti janda yang ditinggal mati suami pertama, seperti gadis yang
patah hati, seperti pelatih yang melepaskan pemain andalannya, seperti anak
kecil yang kehilangan ibunya. Dan cemas setengah mati, mungkin ketika kamu
tertawa terbahak-bahak entah di mana.
Aku benci ada penghitung hari,
bulan, tahun, dan waktu. Sehingga aku terpaksa tersadar bahwa ada yang harus
diakhiri untuk memulai yang baru.
HAPPY NEW YEAR, kiamat sudah
dekat, katanya.
2012, dan aku masih
belum mengerti apa yang kamu bicarakan dalam diam. Itu menyesakkan, sangat.


0 comments:
Post a Comment