Dan aku kehilangan kepercayaan
pada definisi simpel itu, sejak aku menyadari bahwa aku adalah perempuan. Aku
ingin tetap tinggal, dengan segala kerancuan yang tidak terkotak-kotak, sambil bermain
gitar sampai tertidur sendiri karena kelelahan.
Bisakah ‘pulang’ dan ‘perempuan’ (milikku)
digulung, ditaburi garam, lalu digoreng untuk sarapan? Supaya tertelan dan
bermanfaat tanpa perlu mengeluh panjang lebar.

0 comments:
Post a Comment