gambar diambil dari sini
Kalian itu bangsat dan
menyebalkan karena akhirnya aku menulis ini. Asal kalian tahu, tulisanku mahal
*sok*. Padahal, ada banyak, banyaaaaaaaaak sekali yang lebih mendesak untuk diurus
dan diselesaikan. Lagipula, aku hanya ingin meminta satu, eh bukan, dua. Dua hal
pada kalian, dua saja. Bukan, bukan minta maaf. Aku hanya ingin bertanya,
apakah kita masih bisa berkumpul di Mato bermain UNO tanpa berubah menjadi
orang lain? Bisakah kita berpura-pura baik-baik saja, sesekarat apapun
keadaannya, demi mempertahankan sesuatu yang memang seharusnya?
Apakah kalian mengerti? Aku bahkan terlalu takut untuk
menebak apa yang akan terjadi besok, besok, besoknya. Seperti apa itu masa
depan? Aku butuh kalian. Hari ini. Hanya detik ini saja. Ketika
kepastian sudah tergenggam sebagian. Terlalu banyak hal, dan pasti butuh lebih dari sekali duduk
untuk menuliskan tentang kalian.
Kita sama saja seperti banyak yang lain, tidak ada yang
terlalu istimewa. Aku hanya terlalu egois. Itu menjawab satu pertanyaan
‘kenapa’ milik kalian. Aku juga punya hidup, masing-masing dari kita punya.
Kita hanya membagi sebagian kecil, hanya beberapa titik yang
dikumpulkan bersama lalu membentuknya menjadi sebuah garis, hingga beberapa
bentuk yang terbaca jelas.
Siapa yang peduli?
Kita hanya sepersekian dari banyak kumpulan masalah yang
harus diselesaikan. Ada prioritas yang menunggu untuk ditangani. Aku bahkan
tidak pernah sanggup berterimakasih pada Tuhan, tentang kita, entah untuk apa.
Bagaimana lagi caraku? Bagaimana caraku mengatakannya, bahwa kalian memiliki
tempat tersendiri di kisahku. Bagaimana caraku menyampaikan, "Jauhi aku karena aku ini Iblis bajingan, sampai kapanpun". Bagaimana caraku memberikan sesuatu
yang bahkan tidak pernah sudi kujabarkan? Bagaimana caraku mengucapkan kata
sahabat dengan lugas dan jelas?
Apa kalian mengerti?
Masing-masing dari kita hanya bagian semesta yang bahkan
tidak pernah tampak oleh dunia? Tapi siapa peduli? Kita hanya butuh tertawa,
menangis, kalah, menang, jatuh, terinjak, buta, tuli, bisu, dan berbagi. Iya, berbagi.
Apa kalian mengerti?
Kalian tanpa aku, aku tanpa kalian, kita tetap bagian yang
utuh. Tidak ada yang salah, tidak ada yang kalah, tidak ada yang perlu
dimengerti.
Karena apapun yang terjadi esok hari, terimakasih. Terimakasih.
Biarkan Tuhan yang menjaga kalian dan meneruskan runtutan kata brengsek ini
kepada kalian, melalui caraNya. Kalian bahkan tidak perlu tahu bahwa aku
mencintai kalian dengan cara yang hanya kumengerti sendiri. Asalkan kalian
bahagia hari ini dan nanti, itu sudah lebih dari cukup, Annisa Milda-Feriosa
Harwanto.



1 comments:
Post a Comment