Thursday, October 27, 2011

UNO dan kata-kata

gambar diambil dari sini 

Kalian itu bangsat dan menyebalkan karena akhirnya aku menulis ini. Asal kalian tahu, tulisanku mahal *sok*. Padahal, ada banyak, banyaaaaaaaaak sekali yang lebih mendesak untuk diurus dan diselesaikan. Lagipula, aku hanya ingin meminta satu, eh bukan, dua. Dua hal pada kalian, dua saja. Bukan, bukan minta maaf. Aku hanya ingin bertanya, apakah kita masih bisa berkumpul di Mato bermain UNO tanpa berubah menjadi orang lain? Bisakah kita berpura-pura baik-baik saja, sesekarat apapun keadaannya, demi mempertahankan sesuatu yang memang seharusnya?


Apakah kalian mengerti? Aku bahkan terlalu takut untuk menebak apa yang akan terjadi besok, besok, besoknya. Seperti apa itu masa depan? Aku butuh kalian. Hari ini. Hanya detik ini saja. Ketika kepastian sudah tergenggam sebagian. Terlalu banyak hal, dan pasti butuh lebih dari sekali duduk untuk menuliskan tentang kalian.


Kita sama saja seperti banyak yang lain, tidak ada yang terlalu istimewa. Aku hanya terlalu egois. Itu menjawab satu pertanyaan ‘kenapa’ milik kalian. Aku juga punya hidup, masing-masing dari kita punya.

Kita hanya membagi sebagian kecil, hanya beberapa titik yang dikumpulkan bersama lalu membentuknya menjadi sebuah garis, hingga beberapa bentuk yang terbaca jelas.

Siapa yang peduli?

Kita hanya sepersekian dari banyak kumpulan masalah yang harus diselesaikan. Ada prioritas yang menunggu untuk ditangani. Aku bahkan tidak pernah sanggup berterimakasih pada Tuhan, tentang kita, entah untuk apa. Bagaimana lagi caraku? Bagaimana caraku mengatakannya, bahwa kalian memiliki tempat tersendiri di kisahku. Bagaimana caraku menyampaikan, "Jauhi aku karena aku ini Iblis bajingan, sampai kapanpun". Bagaimana caraku memberikan sesuatu yang bahkan tidak pernah sudi kujabarkan? Bagaimana caraku mengucapkan kata sahabat dengan lugas dan jelas?

Apa kalian mengerti?

Masing-masing dari kita hanya bagian semesta yang bahkan tidak pernah tampak oleh dunia? Tapi siapa peduli? Kita hanya butuh tertawa, menangis, kalah, menang, jatuh, terinjak, buta, tuli, bisu, dan berbagi. Iya, berbagi.

Apa kalian mengerti?

Kalian tanpa aku, aku tanpa kalian, kita tetap bagian yang utuh. Tidak ada yang salah, tidak ada yang kalah, tidak ada yang perlu dimengerti.

Karena apapun yang terjadi esok hari, terimakasih. Terimakasih. Biarkan Tuhan yang menjaga kalian dan meneruskan runtutan kata brengsek ini kepada kalian, melalui caraNya. Kalian bahkan tidak perlu tahu bahwa aku mencintai kalian dengan cara yang hanya kumengerti sendiri. Asalkan kalian bahagia hari ini dan nanti, itu sudah lebih dari cukup, Annisa Milda-Feriosa Harwanto.

1 comments:

Mary Eve Swan said...
This comment has been removed by the author.

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com