Be better than a minute ago, please.
Halooo Tuhan. Kabar baik, kan? Udah belum minum kopinya?
Jatah hidupku dikurangi, ya? Jatah jajan ditambah nggak? Aku tidak pernah memaksa untuk punya satu hari yang penuh keberuntungan. Tapi, tetap saja hari ini hariku. Terimakasih untuk tujuh belas. Untuk hidup yang amburadul dan acak-acakan. Untuk masalah-masalah yang bervariasi, seriously aku tidak pernah bosan mendapat masalah baru. Untuk semuanya. Terimakasih juga untuk kalian yang kebetulan ingat kalau tanggal 10 bulan 5 ada yang bertambah tua. Tuhan bersama orang-orang yang tadi megucapkan “selamaaaat” dan memberi doa “sukses yee”. Amin. Kalian pasti lancar duitnya. HAHA.
(Satu paragraf ini udah mirip sambutan pemenang piala Oscar)
Maaf, ya. Sampai umur yang setua ini pun aku belum bisa menghasilkan sesuatu. Setidaknya, aku masih mencoba.
Hari ini, hanya awal yang dibungkus nama “ulang tahun”. Mulai menulis mimpi baru dan mewujudkan mimpi lama. (Nggak usah pake resolusi, langsung bukti nyata aja deh, ya).
17 berarti punya KTP.
17 berarti udah bisa dinikahin.
17 berarti harus makin rajin nyari duit biar obsesi-obsesi nggak jelas yang bikin pening kepala itu kesampaian.
17 berarti NO CENGENG, NO NGGAK PUNYA DUIT, NO NGGERUS.
17 berarti.. yes! Udah legal nonton film 17+ dan khusus dewasa haha.
Sudah 17 dan masalah semakin banyak, bertumpuk, aneh-aneh, ribet, bukan berarti Tuhan jahat. Sudah 17 dan tetap jelek, sering have no money, dan tinggi badan tetap di angka 158cm bukan berarti Tuhan tak acuh. Sudah 17 dan belum bisa bikin bangga siapapun, terlalu sering bikin salah, banyak mengeluh, membenci fisika dari lubuk hati paling dalam, bukan berarti Tuhan tidak tahu. Sudah 17 dan hanya jalan di tempat, banyak utang, bukan berarti Tuhan tidak sayang.
Tuhan tidak pernah tidur, hanya sedang sibuk minum kopi supaya tetap terjaga.
Selamat !

0 comments:
Post a Comment