Langit biru di mana-mana tanpa sekat awan. Tahukah kamu ada apa? Itulah rasa rinduku. Kebutuhanku. Seperti oksigen yang menunggu hemoglobin untuk mengikatnya. Hari itu terlalu cerah. Matahari baru saja digaji penuh oleh Tuhan. Angin siang menghembuskan gugusan rinduku. Menerbangkannya ke sekelilingku. Berkenalan dan bercumbu bersama udara, menuju tempat antah-berantah.
Rindu ini adalah kamu, langit biru di hari yang terlalu cerah saat aku mati rasa dan buta.
Setelah itu aku kembali dan bergerak berpura-pura tak peduli padamu ataupun pada '-nya' .
gambar diambil dari sini


0 comments:
Post a Comment