Monday, January 17, 2011

Psychosomatic

Psychosomatic nggak punya ikatan saudara sama psikopat. Dan apa yang di tulis ini adalah pengalihan isu atas alasan yang lebih kuat, yang memang belum sanggup dituliskan. Semoga suatu hari nanti bisa.

Aku di vonis mengidap ‘psychosomatic’ oleh Dokter Rini. Itu semacam gangguan psikologis yang efeknya menyerang tubuh. Jadi, bisa menyebabkan sakit gitu. Padahal kalau dicek medis hasilnya sehat. Nah, masalahnya, aku sendiri tidak pernah menyadari kalau aku punya gangguan psikologis. Atau lebih tepatnya, aku pura-pura tidak sadar kalau ada sesuatu dalam diriku (sok misterius).

Dokter sialan itu memberiku banyak sekali obat penenang. Aku tidak mau cerita apapub di depan Dokter Rini. Aku yang lebih tahu tentang diriku. Aku tahu apa yang sedang terjadi pada diriku, dan aku sendiri yang akan menyembuhkan diriku. Bukan dokter Rini, atau obat-obat itu.

Tidak ada yang salah dengan jatuh cinta. Seperti apapun bentuknya. Ini tahun ke limaku. Tanpa aku pernah tahu, apa alasan jatuh cintaku. Sampai hari ini.

"Kamu depresi," kata dokter Rini.

Tapi, mungkin dokter Rini benar. Selama ini aku selalu berusaha menunjukkan pada dunia bahwa aku baik-baik aja. Aku selalu bilang 'baik-baik saja' ke semua orang. Tapi, kenyataannya, aku bahkan tidak pernah sadar bahwa aku sedang sakit, terluka, sekarat. Aku menipu diri sendiri. Selama empat tahun, sejak hari itu, ketika pertama kali aku bertemu denganmu. Aku berusaha setengah mati mengolah semua perasaan aneh itu, mengubahnya menjadi energi positif untuk memicu semangatku. Tapi tetap saja, aku punya batas.

Dan aku lelah. Aku lelah berpura-pura bisa bertahan.

Ibu sudah mengatakan berulang-ulang, bahwa aku bisa mendapatka yange lebih baik darimu, dan aku tahu hal itu. Teman-teman mengatakan bahwa aku bisa tanpamu, dan aku tahu itu. Aku benar-benar tahu kalau kamu bukan apa-apa. Enam belas tahun aku bisa bertahan hidup tanpamu, jadi kenapa sekarang harus menyerah?


Aku akan baik-baik saja, dengan atau tanpamu, semuanya akan baik-baik saja. Aku janji, aku akan sembuh. Waktu pasti akan menyembuhkan semua lukaku. Aku percaya. Asal Tuhan juga mau berjanji padaku, untuk menjagamu. Dan memberikan yang terbaik untukmu. Selalu.

Faktanya, aku jatuh cinta padamu tanpa alasan sampai detik ini.

3 comments:

Anonymous said...

kenapa harus cinta yang ngebuat sakit?
jika kau sakit oleh satu cinta, maka keluarlah!
jatuh cinta tak dibatasi satu kali. :)

move on!

Ucig W said...

susahhhhhhhhhh monyet !!
bantuin kek T.T

roviebabeh said...

bukan susah...
jangan egois, percuma temen kamu bantuin tapi kamunya gx pernah mau berusaha....
bener kata temen kamu bukan cinta yg bikin kamu sakit...
tapi egois kamu yang bikin cinta itu menderita....

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com