Monday, April 27, 2015

Sepanjang Braga

Bukankah ketidaksengajaan seringkali mengundang memorabilia? 

Hari itu, aku sudah lupa tanggal berapa, yang pasti masih awal tahun 2013. Di depan laptopku satu-satunya, aku mencari-cari tulisan menarik yang bisa dibaca. Aku menemukannya secara tidak sengaja. Sebuah cerita pendek pada edisi minggu kedua bulan Januari di Media Indonesia. Judulnya ‘Sepanjang Braga’. Dan aku jatuh cinta, begitu saja. 

Entah sudah berapa kali aku membaca ulang tulisan Kurnia Effendi itu. Setiap kali satu kalimat selesai terlafalkan, getar hangat selalu menyusup memancar diam-diam. Ada suasana yang entah bagaimana tidak dapat aku jelaskan. Aku tidak punya ikatan emosional apa pun pada Braga maupun Effendi. Aku juga tidak punya ikatan emosional apa pun dengan lukisan, seingatku, sejauh ini. Maka aku memutuskan untuk berhenti mencari-cari apa yang membuatku jatuh hati pada cerita itu. 

Lalu tiba-tiba, hari ini, terhitung dua tahun lebih setelah cerita itu pertama kali kubaca, aku jatuh cinta lagi. Aku membaca ulang Sepanjang Braga karena begitu rindu. Setelahnya, baru aku tahu bahwa ada tulisan lain. Bahwa Sepanjang Braga tidak hanya satu. Aku mencari-cari, dan menemukan beberapa.

Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya. Semua tulisan itu membuatku jatuh cinta. Entah bagaimana. 

Akhirnya aku biarkan saja. Cukup aku simpan pada salah satu file diantara setumpuk lainnya dalam hardisk sempit ini. Biar sewaktu-waktu aku bisa membaca ulang, dan merekahkan rasa hangat atas sebuah cerita. Maka, teruslah menulis, Kurnia Effendi. Nyawa Sepanjang Bragamu luar biasa. Ia mengundang perasaan akan mengingat memorabilia, entah yang mana. Dan dengan begitu, aku tidak perlu berduka. Aku bahagia, hanya dengan membaca.

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com