Mendapati pada suatu pagi. Aku
sedang menggigit bibir, terisak. Membuka hansaplast sambil mengumpat menahan
sakit yang meradang berkali lipat. Ada ketololan yang baru saja disadari.
Ternyata aku sudah terlalu membuka diri. Cangkangku hampir lepas sana-sini.
Aku menunjukan sebagian bagian
lemahku, sisi gelap, dan hal-hal remeh yang sengaja kusimpan sendiri. Aku
menyandar sebentar dan hampir terlelap karena nyaman. Kabar baiknya, titik ini
memaksa untuk mengambil keputusan. Secepatnya.
Penyangkalan besar-besaran bukan jadi soal. Selama bisa menyelamatkan setengah yang masih belum jatuh. Lagipula, aku akan melakukannya dengan cara yang elegan.

0 comments:
Post a Comment