Monday, April 16, 2012

Enam Belas April

Hari ini aku mengalah pada sistem brengsek yang biasanya tunduk padaku.

gambar diambil dari sini 

Aku harus tetap duduk di meja deret depan nomor dua dari pintu untuk mengerjakan soal Bahasa Indonesia selama dua jam, meskipun aku sudah berteriak pada semua orang bahwa aku ingin pulang.

Aku memeluk Ibu dan Ayah, lagi, setelah entah kapan terakhir kali aku melakukannya. Akhir-akhir ini aku lebih suka memeluk J daripada mereka. Kenapa? Karena J adalah timbal balik, sedangkan mereka selalu melakukannya tanpa pretensi. Aku benci apapun yang membuatku terlihat lemah.

Aku harus merauti pensil kayu (demi semua kipas angin di dunia, pensil kayu adalah benda yang harus dimusnahkan secepatnya karena global warming) gratis dengan rautan gratis. Lalu berpikir lama akan menggunakan penghapus gratis atau yang dibeli seharga 4500. Sebelumnya, aku tidak pernah seserius ini mengambil keputusan. Tidak. Bahkan ketika aku memilih memberikan totalitas pada J.

Hari ini aku mengalah pada sistem brengsek yang biasanya tunduk padaku. Juga padamu, Semesta.

Setelah empat hari terhitung dari hari ini, aku akan memberitahu kalian bagaimana rasanya jadi mayoritas. Semoga aku bertahan sampai hari itu. Aku hanya mengalah, bukan kalah.

Setelah keluar dari ruang ujian, aku meminta J menikahiku, tapi dia menolak.

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com