Friday, January 6, 2012

Warna

gambar diambil dari sini

Kamu menyebutku sebagai merah. Aku tidak meralat, karena itu membuat banyak hal yang seharusnya menyakitkan menjadi berbalik menyenangkan. Segalanya dinikmati dalam kepura-puraan. Namun, semakin lama keseimbangan terusik. Ada bagian-bagian depan yang harus ditampakkan. Mau tidak mau. 

Tahukah? Sebenarnya aku ini kuning. Yang bisa redup sewaktu-waktu, yang tidak disukai banyak orang, yang berwajah seribu.

Tapi tenang saja, apapun namaku, aku tetap warna. Yang bisa kamu gunakan untuk melukis dinding-dinding kehidupanmu. Aku kuning, J. Dan mulai jatuh cinta padamu. 

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com