Kompleksitas.
Kamu dan aku. Ah, belum-belum sudah seperti kisah roman menye-menye. Menyebalkan. Kita ini sesuatu, tapi tidak kasat mata, dibandingkan dengan semesta. Masing-masing punya pembanding, juga apapun itu yang bisa sewaktu-waktu menarik kita ke titik tertentu, di mana awal kita mulai. Tanpa rencana. Terimakasih karena tidak terlalu khawatir.
gambar diambil dari sini
Aku partikel bebas,
kamu juga. Gas? Mungkin. Kita bisa saling terikat tanpa mengikat. Simpan
talimu, mungkin kamu memerlukannya, sewaktu-waktu.
Tapi aku mati-matian bertahan, berjalan dan menapak, untuk
tidak terbang lalu menghilang tanpa sempat dirasakan oleh dimensimu.


0 comments:
Post a Comment