Mereka memikirkan masa depan.
Sambil menonton TV, sambil
membaca buku, sambil makan es krim, sambil jalan-jalan, sambil menyanyi, sambil
pacaran, sambil kencing, sambil merokok, sambil mengumpat, bahkan sambil
bernapas.
Mau jadi apa nanti? Lalu mulai
saling bertanya, “Mau kuliah dimana? Mau kerja apa?”
Banyak yang menjawab
sembarangan, serampangan. Lalu sebagian menanggapi dengan nada menyebalkan.
“Hah? Kuliah itu? Kerja ini? Gue sih ogah, masa depannya nggak pasti“.
Mungkin ada yang merasa Tuhan
diantara yang sebagian itu. Mau kuliah di mananpun, jurusan apapun, kerja apa
saja, masa depan itu tetap sebuah ketidakpastian. Eh, atau memang ada kepastiannya?
“Gue mau masuk fakultas itu, jurusannya PGSD. Udah jaminan jadi PNS. Gajinya
bisa buat hidup, masa tua terjamin.”
Bagian mana yang disebut
kepastian? Apa yang akan terjadi dua menit setelah ini pun adalah
ketidakpastian. Kenapa harus terbebani dengan masa depan?
gambar diambil dari sini
Masa depan itu hari ini. Tentang
bagaimana menjadi lebih baik dan menikmati ketidakpastian sambil tetap
bergerak, sesuai irama rotasi bumi.
Mau jadi apa nanti?


0 comments:
Post a Comment