Sunday, July 24, 2011

Untukmu Sist..

Aku benci terlahir sebagai anak pertama. Terbiasa dengan toleransi, mengalah, bertopeng demi pamer jati diri. Kepadamu.


Aku benci diriku sebagai kakak. Karena terlalu menyayangimu. Sampai-sampai bingung bagaimana caraku menyampaikan. Meski aku selalu punya kontrol, berkat adaptasi dan hasil kebiasaan tujuh belas tahun.

Aku benci menjadi pemberani, mengumpulkan keping-keping kegagalan untuk kupastikan tidak ada satu pun yang terduplikat ke kehidupanmu. Terpaksa memikirkan tigaperempat apa yang terjadi esok hari untukmu. Mengalkulasi setiap kemungkinan agar tempat dan waktumu lebih dariku.

Apa kamu mengerti? Aku membencimu. Sungguh. Aku hanya tidak pernah bisa menerjemahkannya melalui kata-kata. Hingga terlihat seperti kasih sayang, di matamu.

Tanyakanlah pada Tuhan. Dia lebih tau.


Karena sampai detik ini, dan banyak detik setelah aku menulis ini, aku masih belum menerima. Aku menolak untuk duduk diam dan menyaksikan apapun yang digariskan oleh langit. Aku ingin merubah banyak hal, karenamu. Aku mau kamu lebih menyesal, lebih gagal, lebih belajar, lebih menjadi dewasa, lebih kalah, lebih menangis, lebih jatuh, lebih patah hati, lebih rugi, lebih sekarat. Lebih dariku.

Aku mau kamu mendapatkan semuanya, lebih dari milikku. Semua penderitaan. Semua rasa hancur. Semua ketiadaan. Supaya kamu lebih kuat dari padaku.

Suatu saat nanti kamu akan mengerti dengan sendirinya. Jika langit tidak mengizinkan, percayalah. Kamu akan tetap baik-baik saja. Jika langit menuliskan sesuatu yang lain untukmu, untuk kita, yakinlah karena itu yang terbaik.

Hanya saja, aku tidak akan menerima. Aku menolak untuk duduk diam dan menyaksikan apapun yang digariskan oleh langit. Aku ingin merubah banyak hal, karenamu.

Aku ada. Berkolaborasi dengan alam untuk menjawab pertanyaanmu sembari memberikan lebih banyak pertanyaan baru. Jangan pernah menyerah. Aku mohon. Jangan pernah menyerah.

0 comments:

Post a Comment

 
 
Copyright © rollercoaster
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com