Hore!
Tadi siang, Bahasa Inggris di jam terakhir kosong. Kelas IPA yang biasanya adem ayem langsung bertransformasi jadi kerumunan alien tolol. Rame, rusuh, berisik. Niso dan aku duduk di bagian depan kelas sambil berenang di dunia maya dengan koneksi wifi sekolah. Banu datang, lalu ikut bergabung bersama kami. Sayangnya, posenya cukup tolol dan membuat kami tertawa terpingkal-pingkal.
Banu berlalu sambil memasang muka kusut. Kami masih tertawa. Sesi berenang di dunia maya masih berlanjut. TIba-tiba kami dikerumuni anak-anak kelas. Kami menonton New Moon.
Tiba-tiba, papan tulis di atas kami jatuh secara vertikal. Kebetulan sekali yang jatuh hanya sisi sebelah kiri karena paku penyangganya lepas. Kebetulan juga, hanya Niso dan aku yang sial mendapat jackpot papan tulis sialan itu. Papan tulis itu tertahan di punggung Niso dan di tengkukku. Hening. Mirip adegan di sinetron, anak-anak hanya melongo sambil menontoni kami. Padahal kami sedang kesakitan.
Untungnya, Reza cepat tanggap dan segera menolong kami. Pahlawan sekali. Lalu tawa anak-anak pecah seketika. Tiba-tiba saja, aku merasa ini adalah bentuk balasan kepada kami yang tadi menertawai Banu. Secepat ini semesta bereaksi untuk sekedar membalas, bahkan untuk hal sekecil dan sesepele menertawakan orang lain.
Bahwa apapun yang kita perbuat, besar ataupun kecill, banyak maupun sedikit, sengaja maupun khilaf, akan selalu berbalik pada kita untuk sekedar menghidupi sistem keseimbangan. Tidak perlu menyangkal, tidak usah menolak. Konsekuensi itu harus, dan selamanya nyata.

0 comments:
Post a Comment